Rabu, 26 Oktober 2016

Mewujudkan perhatian pada kesejahteraan masyarakat dengan senantiasa membuka Lapangan Kerja bagi para calon Anggota Security



Mengiringi era globalisasi dunia digulirkan sebuah agenda integrasi ekonomi negara-negara ASEAN yang bertujuan untuk menghilangkan, atau jika tidak, meminimalisasi hambatan-hambatan di dalam melakukan kegiatan ekonomi lintas kawasan, misalnya dalam perdagangan barang, jasa, dan investasi yang diistilahkan sebagai Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau pasar bebas ASEAN sejak tahun 2015 lalu.

Hal ini dilakukan agar daya saing Asean meningkat serta bisa menyaingi Cina dan India untuk menarik investasi asing. Penanaman modal asing di wilayah ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan. Pembentukan pasar tunggal yang diistilahkan dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini nantinya memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat.

Lalu bagaimana peluang dan tantangan dalam menghadapinya? Persaingan tenaga kerja menjadi semakin ketat sejak pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN atau Pasar Bebas ASEAN ini. Pertanyaan lanjutannya apakah tenaga kerja Indonesia juga sudah siap bersaing jika semakin banyak perusahaan asing yang masuk ke Negara kita? Bagaimana pula agar tenaga kerja-tenaga kerja lokal ini tetap mampu menyaingi pendatang?

Kesiapan mental dan pengalaman yang memadai sepertinya bakal menjadi penunjang yang cukup ampuh di samping kompetensi yang seharusnya memang dikuasai. Memiliki ijazah atau sertifikat yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang bakal dilakoni saja tidak akan menjadi modal yang cukup jika tidak disertai dengan kecakapan dan kesigapan dalam menjalankan tugas yang sebenarnya. Bahkan banyak situasi terjadi ketika bidang pendidikan dengan jurusan yang tidak ‘nyambung’ dengan pekerjaan tapi tetap memberikan keberhasilan yang optimal jika mampu mengaplikasikan ‘kemampuan’ sesuai harapan. Hal ini tentunya terjadi jika tenaga kerja tersebut mampu bersikap lebih luwes dan cepat beradaptasi dengan situasi baru. Apapun profesi dan bidang pekerjaannya.



Begitu pula dengan profesi Satuan Pengamanan (security). Sebagai bagian dari bisnis jasa pengamanan, profesi ini menawarkan tidak hanya kemampuan secara fisik untuk memastikan keamanan dan ketertiban di suatu area, namun lebih banyak justru pada kemampuan pelayanan yang paripurna (service excellence). Oleh karena itu, pengetahuan dasar saja tidak cukup menjadikan seorang security menjadi handal di lapangan. Berbekal pengalaman yang cukup banyak di berbagai tempat dengan bidang bisnis (core business) perusahaan yang berbeda-beda dapat menjadi modal yang lebih menunjang terhadap keluwesannya menjalankan tugas pengamanan sekaligus pelayanan. Sebab boleh jadi, meskipun secara prinsip memiliki tugas pokok yang sama, namun situasi yang berbeda bisa saja menuntut detai tugas yang berbeda pula. Secara tidak langsung, keluar-masuk nya tenaga kerja di suatu perusahaan jasa pengamanan (outsourcing security) menjadi fenomena yang tidak aneh. HRD di perusahaan seperti ini lebih ‘memaklumi’ terjadinya ‘saling tukar guling’ Anggota Satuan Pengamanan dari satu outsourcing ke outsourcing lain.

Namun, apakah mencari pengalaman menjadi satu-satunya alasan? Mungkin saja ada tujuan lain untuk dapat memperoleh penghasilan atau gaji yang lebih besar. Yang perlu dipastikan oleh HRD pada saat rekrutmen adalah bukan karena ada masalah ataupun pelanggaran yang dilakukan. Sayangnya, tidak semua perusahaan jasa pengamanan mau memperhatikan ini dengan seksama, banyak diantaranya terlalu menganggap sepele masalah rekrutmen ini. Yang penting kuota kebutuhan tenaga kerja terpenuhi.



Adalah SATGAS Security Services sebagai salah satu perusahaan outsourcing security yang sudah cukup lama berdiri. Memiliki cukup banyak klien yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat, dengan jumlah anggota lebih dari 500 orang, memberikan peluang yang cukup besar terjadinya mutasi dan rolling tenaga Satuan Pengamanan dari satu area tugas ke area tugas lain. Demikian pula terjadinya keluar masuk tenaga kerja yang berasal dari SATGAS Security Services ke perusahaan outsourcing lain atau sebaliknya. Hal ini akan makin terasa ketika ada penambahan klien baru, yang menuntut SATGAS Security Services menyediakan lebih banyak tenaga Satuan Pengamanan.

Dengan demikian, melakukan proses rekrutmen secara terus-menerus menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan rutin Departemen HRD SATGAS Security Services. Tujuannya tentu saja adalah :
  1. Menambah jumlah tenaga kerja/ Anggota Satuan Pengamanan sesuai dengan penambahan jumlah klien (user) pengguna jasa pengamanan
  2. Penyegaran (refresh) tenaga kerja/ Anggota Satuan Pengamanan yang sudah melampaui ketentuan batas usia dan/ atau tidak mampu lagi menampilkan kinerja sesuai tuntutan tugas di lapangan
  3. Penggantian tenaga kerja/ Anggota Satuan Pengamanan yang mengundurkan diri (resign).
Ketiga tujuan ini tentunya tidak hanya berbicara kuantitas, terlihat juga adanya penekanan pada kualitas SDM yang diharapkan. Dan yang pasti, sejalan dengan salah satu misi SATGAS Security Services sebagai perusahaan penyedia jasa pengamanan, yaitu “Membuka lapangan kerja serta berusaha memberikan kesejahteraan kepada karyawan & Anggota Security”.

Untuk lebih jelasnya, mengenal SATGAS Security Services dapat dengan mudah dicari dan dihubungi baik melalui website di http://www.satgas.co.id atau dengan langsung menghubungi kantornya yang beralamat di Jl. Soekarno Hatta No. 590, Metro Indah Mall (MTC) Blok G – 20, Bandung (Phone : +62 22 – 7536408). Maka, kebutuhan terkait tenaga Satuan Pengamanan akan terjawab. Lebih lanjut, mereka akan membantu anda dalam menyediakan tidak hanya jasa pengamanan, tapi juga alat-alat yang berkaitan dengan peralatan keamanan.

Profil :
Yuke Rachma, seorang ibu dari 1 orang anak, HRD Manager & GA di salah satu perusahaan di Kota Bandung, sebagai praktisi Human Resources sejak tahun 2007.